Pemilihan Bibit dan Induk

Ciri-ciri induk bibit nila yang unggul adalah sebagai berikut:

  1. Mampu memproduksi benih dalam jumlah yang besar dengan kwalitas yang tinggi.
  2. Pertumbuhannya sangat cepat.
  3. Sangat responsif terhadap makanan buatan yang diberikan.
  4. Resisten terhadap serangan hama, parasit dan penyakit.
  5. Dapat hidup dan tumbuh baik pada lingkungan perairan yang relatif buruk.
  6. Ukuran induk yang baik untuk dipijahkan yaitu 120-180 gram lebih per ekor dan berumur sekitar 4-5 bulan.
    Adapun ciri-ciri untuk membedakan induk jantan dan induk betina adalah sebagai berikut:

    1. Betina
      1. Terdapat 3 buah lubang pada urogenetial yaitu: dubur, lubang pengeluaran telur dan lubang urine.
      2. Ujung sirip berwarna kemerah-merahan pucat tidak jelas.
      3. Warna perut lebih putih.
      4. Warna dagu putih.
      5. Jika perut distriping tidak mengeluarkan cairan.
    2. Jantan
      1. Pada alat urogenetial terdapat 2 buah lubang yaitu: anus dan lubang sperma merangkap lubang urine.
      2. Ujung sirip berwarna kemerah-merahan terang dan jelas.
      3. Warna perut lebih gelap/kehitam-hitaman.
      4. Warna dagu kehitam-hitaman dan kemerah-merahan.
      5. Jika perut distriping mengeluarkan cairan.
        Ikan nila sangat mudah kawin silang dan bertelur secara liar. Akibatnya, kepadatan kolam meningkat. Disamping itu, ikan nila yang sedang beranak lambat pertumbuhan sehingga diperlukan waktu yang lebih lama agar dicapai ukuran untuk dikonsumsi yang diharapkan. Untuk mengatasi kekurangan ikan nila di atas, maka dikembang metode kultur tunggal kelamin (monoseks). Dalam metode ini benih jantan saja yang dipelihara karena ikan nila jantan yang tumbuh lebih cepat dan ikan nila betina. Ada empat cara untuk memproduksi benih ikan nila jantan yaitu:

        1. Secara manual (dipilih)
        2. Sistem hibridisasi antarjenis tertentu
        3. Merangsang perubahan seks dengan hormon
        4. Teknik penggunaan hormon seks jantan ada dua cara.
          1. Perendaman
          2. Perlakuan hormon melalui pakan
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s